Selasa, 18 Juli 2017
MPLS SMP SANTA ANGELA
Tema : Komunitas Santa Angela
“ Silih asah, asih, asuh, dan wawangi “
MPLS
merupakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang berguna untuk
memperkenalkan lingkungan sekolah yang baru, yaitu SMP Santa Angela
kepada siswa-siswi baru kelas 7 dan saling mengenal pribadi satu dengan
yang lain. Kegiatan ini dilakukan secara kelompok maupun individual.
Tema
kegiatan MPLS ini adalah ‘Komunitas Santa Angela yang silih asih, silih
asah, silih asuh, dan wawangi’. Silih asah artinya saling mengasah,
saling mempertajam agar lebih berdaya guna dalam kehidupan, saling
mendalami makna. Silih asih adalah rasa atau tingkah laku yang
memperlihatkan silih pikanyaah, silih pikaasih, silih pikaheman (saling
sayang-menyayangi). Silih asuh artinya saling menitipkan diri, saling
tanggung jawab, saling menghormati yang akhirnya mewujudkan rasa tenang,
penuh dengan tali silaturahmi yang tulus. Wawangi berarti saling
memberikan hal yang positif, saling mendorong untuk melakukan hal yang
positif.
Rangkaian cerita selama MPLS :
Pada tanggal 15
Juli 2017, tampak banyak anak menggunakan baju berwarna putih. Mereka
berkumpul di aula lantai 3 SMP Santa Angela, Bandung. Hari ini merupakan
hari pertama MPLS di SMP Santa Angela. Tentunya mereka berasal dari SD
yang berbeda, namun sekarang mereka sudah menjadi satu bagian. Bagian
dari SMP Santa Angela.
Hari yang “menyenangkan†ini tentu dimulai
dengan doa terlebih dahulu. Setelah doa selesai Sr. Angela Yayah selaku
kepala sekolah memberikan kata-kata pembuka kepada para peserta MPLS
yang tentunya memotivasi mereka. Acara dilanjutkan dengan melakukan Ice
Breaking. Permainan ini dipandu oleh Angie, salah satu pendamping MPLS
tahun ini. Peserta tampak antusias mengikuti permainannya ini. Salah
satu tujuan dari Ice Breaking : Electricity ini adalah melatih peserta
agar konsentrasi atau fokus terhadap sesesuatu yang dihadapi.
Kegiatan hari ini belumlah selesai. Masih ada kegiatan yang dilakukan
untuk mengenal para guru dan pendamping. Hal ini disampaikan dalam
bentuk drama. Drama yang ditampilkan ini memiliki tema keliling
Indonesia. Tentu drama ini dimainkan oleh para pendamping serta beberapa
guru. Selama drama berlangsung, para peserta menyimak dan memperhatikan
dengan sangat baik.
Tentu dalam MPLS ini para peserta dibagi
menjadi beberpa kelompok. Untuk nama kelompok pada MPLS tahun ini
menggunakan nama-nama daerah yang ada di Indonesia, contohnya : Bau-Bau,
Makassar, Yogyakarta, dll. Setiap kelompok memiliki identitas/ pengenal
yang berbeda-beda. Perbedaan ini dilihat dari warna serta bentuk pada
name tag yang digunakan oleh anggota kelompok tersebut. Name tag
tersebut dibuat di sekolah bersama pendamping yang ada di setiap
kelompok. Bahan yang mereka gunakan adalah kertas asturo. Para peserta
membuat name tag dengan arahan pendamping mereka. Selain membuat name
tag para peserta pun membuat yel-yel kelompok. Pembuatan yel-yel
bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, kekompakan, serta membangun
semangat. Yel-yel kelompok dibuat oleh para peserta menggunakan
kreativitas masing-masing. Selain membuat yel-yel, mereka mempelajari
lagu daerah berdasarkan nama kota dari setiap kelompok. Setelah yel-yel
tersebut dibuat, mereka harus menampilkannya di depan peserta yang lain.
Kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari Bhineka Tunggal Ika.
Sebelum membuat yel-yel dan nametag, mereka harus mengenal daerahnya
masing-masing. Setiap pendamping harus menceritakan filosofi daerah
masing-masing. Filosofi ini disampaikan di saat mereka berkelompok.
Selain filosofi mereka pun diperkenalkan lagu daerah serta makanan khas.
Filosofi setiap kota juga disampaikan agar para peserta lebih menjiwai
dan mengetahui dengan jelas tentang kota mereka masing-masing. Contoh
filosofi yang diceritakan yaitu : filosofi dari kota Yogyakarta ,
“Yogyakarta memiliki lambang menggunakan aksara Jawa yang melambangkan
egaliterisme, kesederajatan dan persaudaraan, dengan warna merah bata
melambangkan semangat & keberanian untuk mewarnai masa depan.
Waktu
menunjukan pukul 10.30 WIB kini saatnya para peserta menampilkan
yel-yel yang sudah mereka buat. Para peserta duduk membuat suatu
lingkaran besar, dan kelompok yang tampil menampilkan yel-yel di tengah
lingkaran. MC memanggil satu per satu kelompok untuk maju dan
menampilkan yel-yel yang sudah dibuat. Beberapa kelompok menampilkan
dengan semangat namun ada kelompok yang kurang semangat dalam
menampilkan yel-yel.
Pada akhirnya acara ditutup dengan
beberapa pengumuman. Pak Aman juga menjelaskan tentang buku poin yang
harus dijaga peserta selama MPLS berlangsung. Tak lupa acara ditutup
dengan doa.
contributor : AVDA KAYLA / 8C - OSIS
"Cinta kasih mendorong hati untuk bersikap lembut atau keras menurut saat dan tempat yang tepat dan ukuran yang serasi. (Nasehat Kedua 2)"